Loading...

57 Babinsa Belajar Bercocok Tanam

09:11 WIB | Thursday, 21-May-2015 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Kontributor

Untuk mewujudkan kemandirian pangan, pemerintah telah menetapkan sebelas arah kebijakan pembangunan pertanian selama 2015-2019. Salah satunya, peningkatan ketahanan pangan melalui tujuh komoditas strategis yaitu padi, jagung, kedelai, tebu, cabai dan bawang merah.

 

Untuk menunjang keberhasilan program tersebut diperlukan sumberdaya yang handal dan profesional membimbing dan mengawal petani. Pelatihan teknis padi, jagung dan kedelai ini sudah dilaksanakan untuk penyuluh pertanian baik yang PNS maupun Penyuluh THL. 

 

Guna meningkatkan koordinasi yang semakin baik, Babinsa pembina desa pun harus mempunyai pengetahuan yang sama.  Berkenaan dengan peningkatan pengetahuan tersebut sebanyak 57 Babinsa dari semua Koramil yang ada di Kabupaten Indramayu dilatih mengenai teknis budidaya padi, jagung dan kedelai. 

 

Pelatihan ini diselenggarakan dari 13-19 Mei 2015 di Aula Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu. Tujuan latihan teknis ini adalah meningkatkan kompetensi (pengetahuan, sikap dan keterampilan) Babinsa dalam teknis budidaya padi, jagung dan kedelai. 

 

Selain itu terciptanya kesiapan personil Babinsa untuk bekerjasama dengan penyuluh pertanian dalam upaya mendukung tercapainya swasembada berkelanjutan padi, jagung dan  kedelai. “Kami menyambut baik kerjasama dalam pelatihan teknis ini, karena sangat mendukung dalam mengawal dan membimbing petani untuk mewujudkan swasembada pangan,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu

 

Dia berharap, Babinsa, penyuluh dan petugas pertanian lainnya harus bahu-membahu membimbing petani supaya lebih meningkatkan cara berbudidaya padi. Jadikan Balai Penyuluhan Pertanian yang ada di tiap kecamatan sebagai POSKO pembangunan pertanian. 

 

Sementara itu, Komandan Distrik Militer 0616 menginstruksikan kepada Babinsa agar mengikuti pelatihan ini dengan serius, tanyakan bila ada materi yang kurang paham, jangan malu-malu.  Karena tidak semua Babinsa memperoleh latihan seperti ini.

 

Dalam pelatihan tersebut, para Babinsa mendapatkan materi kebijakan pencapaian swasembada pangan berkelanjutan. Kebijakan pengawalan dan pendampingan peningkatan produksi. Materi lainnya yakni cara mengidentifikasi dan merakit teknologi dengan kajian kebutuhan dan peluang. 

 

Babinsa juga belajar  menggali data kalender tanam, mengolah lahan, mekanisme distribusi benih, cara penanaman, pengendalian OPT, pemupukan, pengairan dan pemeliharaan jaringan irigasi, serta cara penanganan panen dan pasca panen. Edi H/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162