Loading...

Budidaya Itik di Pekarangan

09:43 WIB | Tuesday, 24-June-2014 | Ternak, Komoditi | Penulis : Kontributor

Pekarangan adalah lingkungan di sekitar tempat tinggal kita yang tidak terdapat bangunan tempat tinggal ataupun bangunan lain yang tidak berfungsi sebagai tempat tinggal. Pekarangan ini sebetulnya tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk ditanami tanaman yang hasilnya berguna memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga potensial dipergunakan untuk budidaya ternak itik.

 

Di Indonesia terdapat beberapa jenis itik yang diberi nama sesuai daerah utama pengembangannya, seperti itik Tegal, Alabio, Mojosari dan itik Bali. Masing-masing jenis itik tersebut mempunyai keunggulan tersendiri. Ada jenis ternak sebagai penghasil daging, penghasil telur dan juga penghasil bibit atau anak itik. Salah satu hal yang paling mudah dilakukan penduduk yang mempunyai lahan pekarangan adalah memelihara ternak itik yang menghasilkan telur sekaligus bibit atau DOD (day old duck).

 

Masalah utama di bidang peritikan adalah belum tersedianya sistem penanganan yang memadai untuk menghasilkan bibit berkualitas. Yang ada hanyalah penetasan dari telur-telur tetas yang tidak diproduksi secara terarah untuk menghasilkan bibit berkualitas. Perkembangan peternakan itik yang cukup pesat akhir-akhir ini diharapkan juga akan mendorong tumbuhnya usaha-usaha pembibitan untuk meningkatkan kualitas bibit yang tersedia di pasar. Untuk itu perlu adanya pemahaman cara-cara beternak itik yang benar bagi peternak.

 

Pemeliharaan Anak Itik (Meri)

 

  1. Menentukan Jenis Kelamin Meri:

 

Untuk mengetahui jenis kelamin itik atau "sexing", dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan melihat alat kelamin dan dengan mendengarkan suaranya. Cara pertama, yaitu meri dipegang dengan punggung di bagian bawah, dengan ekor menjulang ke atas di antara telunjuk dan jari tengah. Dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan kanan, kloaka dibuka lebar dengan sedikit menekan di sekitar kloaka. Bila terlihat tonjolan atau penjuluran kecil berwarna putih terlihat penis maka meri tersebut berjenis kelamin jantan, sedangkan pada itik betina tidak tampak tonjolan tersebut.

 

Cara kedua yakni membedakan dengan suara meri di mana pada meri jantan mempunyai suara yang besar dan berat, sedangkan yang betina suaranya keras dan nyaring. Untuk membuat meri bersuara caranya dengan memegang anak itik menggunakan tangan kiri, sedangkan tangan kanan mencubit bagian pangkal sayap. Cara ini memang memerlukan pengalaman dan keahlian tersendiri.

 

  1. Penyediaan Induk Buatan:

 

Induk buatan bisa berupa alat pemanas lampu minyak atau listrik yang kini banyak digunakan peternak. Induk buatan sederhana bisa untuk sekitar 100 ekor anak itik, dapat dibuat dari triplek, kayu atau seng dan lampu minyak atau listrik (sekitar 40 watt) dipasang di bagian tengah.

 

Keranjang berbentuk bulat terbuat dari anyaman bambu dapat dipakai sebagai induk buatan. Panas yang dihasilkan oleh tubuh anak itik yang saling berhimpitan dalam keranjang dapat dipakai sebagai sumber panas. Untuk mengetahui apakah temperatur indukan sudah cukup, dengan melihat sebaran meri, jika terlalu panas anak itik akan berada di pinggir dan bila terlalu dingin meri akan berkumpul di sekitar sumber panas. Temperatur yang ideal akan membuat sebaran itik merata di semua tempat.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162