Loading...

Cabai, si Pedas untuk Kesehatan

15:08 WIB | Monday, 17-February-2014 | Tips & Santai, Non Komoditi | Penulis : Kontributor

Cabai menjadi komoditi yang kerap membuat pro kontra. Bagi penikmat rasa pedas, cabai selalu dirindukan di setiap masakan. Tapi bagi yang tak menyukai cabai menjadi ‘musuh’. Namun di balik rasa pedas, ternyata cabai mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan.

 

Coba potong atau iris cabai, akan ada tangkai putih di dalamnya yang mengandung zat capsaicin. Capsaicin seperti minyak dan menyengat sel-sel pengecap lidah. Zat inilah yang mengakibatkan cabai terasa pedas dan panas di lidah.

 

Ternyata, capsaicin juga dapat membuat pengkonsumsi ketagihan. Itulah alasan mengapa banyak orang menyukai, bahkan tidak mau berhenti mengkonsumsi cabai. Memang jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, cabai dapat mengakibatkan sakit perut.

 

Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, komoditi sayuran ini justru memberikan banyak manfaat kesehatan. Kandungan yang ada di dalam cabai yakni, capsaicin, dihidro capsaicin, karoten,  vitamin A dan C, zat pewarna alami dan mineral seperti fosfor, zat besi dan niasin.

 

 

 

Berbagai Macam Manfaat Cabai:

 

  1. Cabai dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan   lendir. Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak.
  2. Cabai dapat memperkecil resiko terserang stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi dan jantung koroner. Dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Cabai juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis).
  3. Sebagai antibiotik alami dan menurunkan kadar kolesterol.
  4. Cabai dapat meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi. Rasa pedas dan panas yang ditimbulkan capsaicin akan menghadang pengiriman sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf ke otak.
  5. Cabai dapat meningkatkan nafsu makan pengkonsumsinya. Capsaicin dapat   merangsang produksi hormon endorphin, hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan.
  6. Kandungan antioksidannya bisa mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak dan memperlambat proses penuaan.
  7. Ekstrak cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit.
  8. Menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas.
  9. Meredakan migraine.
  10. Untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan).
  11. Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit, terutama sakit perut/perut kembung dan bisul.
  12. Membantu pembakaran kalori hingga 25% dan memberikan kalsium dan fosfor bagi tubuh.
  13. Cabai menghasilkan vitamin C (lebih banyak daripada jeruk) dan provitamin A (lebih banyak daripada wortel) yang sangat diperlukan bagi tubuh.
  14.  Alternatif obat merah. Cabai tidak hanya mencegah infeksi, tapi juga meredakan nyeri dan pendarahan, sehingga mempercepat proses penyembuhan. Caranya, dengan mengeringkan cabai kemudian ditumbuk sampai halus. Setelah itu taburkan pada luka. Bubuk cabai tersebut tidak akan membuat perih luka. Justru sebaliknya, cabai akan menghentikan dengan cepat nyeri dan pendarahan yang ada. Kurniati, (PPL Desa Karelayu, Jeneponto)

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162