Loading...

Fatimah Ali, Penyuluh PNS Teladan - Mengubah Kebiasaan Petani Bercocok Tanam

13:42 WIB | Monday, 07-September-2015 | Mimbar Penyuluhan | Penulis : Julianto

Penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam pembangunan pertanian. Karena itu wajar jika pemerintah memberikan penghargaan atas kerja keras penyuluh yang mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

 

Salah seorang yang patut menjadi teladan adalah Fatimah Ali, SP, M.Si. Wanita kelahiran Kotabumi, 9 Agustus 1979 ini merupakan Penyuluh Pertanian Pegawai Negeri Sipil (PPPNS) Teladan I Tingkat Kabupaten Lampung Utara Tahun 2015.

 

Tinggal di Jalan M. Noer Ali, Dusun Wonojoyo Barat, Desa Trimodadi, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, pertama kali bertugas sebagai penyuluh tahun 2010 di Desa Ulak Rengas, Kecamatan Abung Tinggi. Karena wilayah kerjanya memiliki potensi lada hitam, Fatimah tergugah karena luas dan produksinya semakin menurun.

 

Dalam tesisnya akhirnya dia mendalami komoditi tersebut dengan judul “Analisis Keunggulan Kompetitif dan Komparatif Komoditas Lada Hitam (Piper nigrum L.) Di Kabupaten Lampung Utara”.

 

Namun sejak tahun 2012 – sekarang, Fatimah bertugas di Desa Kemalo Abung dan Trimodadi, Kecamatan Abung Selatan di BP3K Abung Selatan, wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP) Kemalo Abung. Desa tersebut terdiri dari empat dusun. Terletak sekitar 7 km dari ibukota kecamatan dan sekitar ± 25 km dari ibukota Kabupaten Lampung Utara.

 

Jumlah kelompok binaan sebanyak 18 kelompok tani, termasuk satu kelompok wanita tani. Wilayah Kemalo Abung memiliki luas wilayah 288 ha. Terdiri atas lahan kering 198 ha dan 90 ha lahan basah. Jumlah penduduk dari 897 kepala keluarga (KK) sebanyak 2.933 jiwa yang terdiri atas laki-laki 1.545 jiwa dan perempuan 1.388 jiwa.

 

Potensi di WKPP Kemalo Abung untuk pengembangan tanaman pangan dan perkebunan. Sawah seluas 90 ha yang sudah fungsional dan sisanya sekitar 10 ha belum difungsikan karena selalu kekurangan debit air. Selain itu sebagian petani memiliki kebun karet.

 

Lahan sawah di Desa Kemalo Abung, sebagian besar tadah hujan. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap pola tanam dan teknik budidaya serta produksi. Bahkan tahun 2012, petani hanya melaksanakan IP (indeks pertanaman) 100. Hal ini karena petani tergantung turunnya hujan.

 

Petani tidak berani mengambil resiko tanam gadu. Bukan hanya karena serangan hama dan penyakit yang tinggi, tapi kurangnya air. Produktivitas padi sawah rata-rata hanya 3,5-4,0 ton/ha. Padahal petani umumnya menanam varietas Ciherang yang produktivitasnya bisa mencapai 8 ton/ha.

 

Rendahnya produktivitas padi di Desa Kemalo Abung disebabkan beberapa hal. Yakni, jenis tanah masam (pH rendah 4-5), penggunaan benih turunan/asalan, aplikasi pupuk belum sesuai rekomendasi, jarak tanam dengan cara tegel belum jajar legowo. Penyebab lainnya adalah, serangan OPT cukup tinggi, ketersediaan air sering tak sesuai yang diharapkan dan pembinaan dari petugas sangat kurang.

 

Mendongkel Produktivitas

 

Fatimah mengakui, selama ini pengetahuan petani tentang unsur hara sangat minim. Terlihat dari pemupukan yang dilakukan petani. Selama ini petani berlebihan dalam penggunaan pupuk urea tanpa memperhatikan kebutuhan unsur hara yang lain terutama unsur P dan K.

 

Dampaknya, saat pertumbuhan vegetatif tanaman memang terlihat sangat subur, jumlah anakan banyak, namun tanaman tidak kokoh dan mudah terserang organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Aplikasi pupuk yang tidak berimbang juga berdampak pada serangan OPT yang cukup tinggi.

 

Kecamatan Abung Selatan, khususnya Desa Kemalo Abung selama ini merupakan endemi hama tikus, penggerek batang dan wereng batang coklat. Sedangkan penyakit umumnya yaitu cendawan/fungi. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, Fatimah mendorong petani menggunakan pupuk organik dan kapur dolomit.

 

Dengan dosis dolomit 500 kg/ha yang diberikan saat pengolahan tanah pada musim tanam rendeng, ternyata dapat meningkatkan pH ± 0,25.  “Dari hasil pengukuran pH tanah terakhir pada musim tanam gadu 2015, setelah dilakukan pengapuran sebanyak 4 kali selama 4 musim telah menaikkan pH sebesar 1 sehingga pH tanah menjadi 5–6,” kata Fatimah.

 

Selain itu, petani juga dianjurkan penerapan rekomendasi pupuk agar unsur hara yang dibutuhkan tanaman padi terpenuhi. Komposisinya, urea 200 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 100 kg/ha. Hasil panen berupa jerami sebanyak 2 ton dikembalikan ke lahan sawah. “Alhamdulillah saat ini petani mulai mengerti unsur hara yang bermanfaat agar tanaman tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi,” katanya.

 

Sementara itu agar produktivitas padi bisa mendekati potensinya, Fatimah juga mendorong petani menggunakan benih unggul. Petani di Desa Kemalo Abung selama ini menggunakan benih asalan yang berasal dari panen sendiri atau dari petani lain. Penggunaan benih unggul berlabel baru dilakukan petani pada musim tanam 2012/2013 saat memperoleh bantuan langsung benih unggul (BLBU) dari Dinas Pertanian.

 

Sebelum melakukan penyemaian sebaiknya dilakukan seleksi benih bernas dengan menggunakan larutan garam. Untuk memudahkan pemeliharaan, meningkatkan jumlah tanaman dan membuat tanaman menjadi tanaman pinggir, petani juga dianjurkan menerapkan jajar legowo.

 

“Kami mendorong petani menggunakan benih unggul bersertifikat dan seleksi benih dengan menggunakan air garam, sehingga menghasilkan benih yang bernas dan sehat, serta penerapan jajar legowo,” ujarnya.

 

Sementara itu untuk sawah tadah hujan sering terkendala masalah air (musim hujan kebanjiran dan musim kemarau kekeringan), Fatimah mengajak petani yang tergabung dalam P3A Desa Kemalo Abung mengelola air melalui pembuatan embung dan cek dam, serta rehabilitasi jaringan irigasi desa (JIDES).

 

Fatimah menambahkan, dukungan penyuluhan pertanian masih tetap terus dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani. Penyuluhan melalui sistem LAKU (latihan dan kunjungan) dan pertemuan secara rutin dua minggu sekali. Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162