Loading...

Inilah Langkah Menggapai Swasembada Pangan

09:10 WIB | Friday, 09-June-2017 | Komoditi, Pangan | Penulis : Clara Agustin

Dalam mewujudkan Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan (terutama padi, jagung, dan kedelai), berbagai cara dan metode dilakukan pemerintah. Dari mulai bantuan benih bersubsidi, perbaikan jaringan irigasi, usahatani sampai penerapan teknologi terpadu, termasuk mekanisasi pertanian.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, fokus utama yang dilakukan Kementerian Pertanian saat ini adalah penerapan kebijakan, perbaikan dan pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan petani. “Target kita kedepannya adalah produksi meningkat, impor turun, PDB tumbuh, petani sejahtera dan konsumen pun tersenyum,” katanya.

 

Kebijakan pembangunan pertanian yang sudah dilakukan pemerintah adalah penyempurnaan regulasi serta penataan SDM dan manajemen. Penyempurnaan regulasi yakni dengan revisi Perpres 172/2014 yakni dari tender ke penunjukan langsung dan refocusing anggaran 2015-2017.

 

Selain itu, bantuan benih tidak di daerah yang selama ini telah menggunakan (exiting), pengawalan upsus, deregulasi perizinan dan investasi, asuransi padi dan sapi serta penerapan HPP (harga pembelian pemerintah) dan HET (harga eceran tertinggi).

 

Amran mengatakan, pihaknya juga melakukan penataan SDM dan manajemen dengan lelang jabatan, reward dan punishmant, monitorng dan evaluasi harian, ego-sektoral dihilangkan, dan sapu bersih pungutan liar. “Dengan penyempurnaan regulasi ini kita dapat mengendalikan impor dan mendorong ekspor. Sedangkan untuk penataan SDM dan manajemen kita bekerjasama dengan Satgas KPK, Kejagung, Polri, dan BPKP,” katanya.

 

Infarstruktur juga merupakan hal yang penting dilakukan. Amran mengatakan kegiatan yang dilakukan untuk infarastruktur adalah perbaikan irigasi tersier 3,2 juta ha, bantuan alsintan 80 ribu unit, cetak sawah 1 juta ha, dan membangun lumbung pangan di perbatasan. “Nanti hasil akhirnya adalah hemat tengata 70%, biaya input hanya 30-40%, kehilangan hasil berkurang, dan setiap pulau bisa swasembada,” tambahnya.

 

Perbaikan Pemasaran

 

Tata niaga juga menjadi perhatian pemerintah. Yakni dengan cara memotong rantai pasok, kendalikan impor dan dorong ekspor, serap gabah petani dan TTI, serta membangun kemitraan petani jagung dengan Asosiasi Perusahaan Pakan Ternak Indonesia (GPMT).

 

Dengan cara ini Amran berharap, profit petani naik, harga konsumen turun, pasar domestik terjamin, rantai pasok hanya 2-3 tangan, serta adanya jaminan harga dan kepastian pasar.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162