Loading...

Menuju Swasembada Jagung, Produksi Meroket berkat Nasa 29

10:53 WIB | Thursday, 08-June-2017 | Komoditi, Pangan | Penulis : Gesha

Setelah berhasil memangkas impor hingga 60% pada tahun 2016, kini pemerintah menargetkan zero impor tahun 2017. Berbagai upaya dilakukan. Salah satunya mendorong penggunaan benih unggul.

 

Benih unggul terbaru yang pemerintah perkenalkan kepada petani adalah varietas Jagung Nasa 29. Istimewanya, nama varietas itu adalah pemberian orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo saat Hari Pangan se Dunia (HPS) tahun lalu. Nasa 29 merupakan kepanjangan dari Nakula Sadewa, sedangkan angka 29 adalah tanggal peluncurannya yakni 29 Oktober 2016.

 

Upaya mengenalkan varetas jagung tongkol dua tersebut dilakukan pemerintah secara masif, termasuk data Gelar Teknologi (Geltek) Penas XV Petani dan Nelayan di Aceh. Dengan produksi dua tongkol, jagung ini memiliki potensi hasil hingga 13,5 ton/ha dan memiliki vigoritas tinggi dengan pertumbuhan yang cepat. 

 

Peneliti Jagung Nasa dari Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal), Muhammad Azrai menceritakan, keistimewaan jagung ini selain bertongkol ganda pada kondisi optimum, juga memiliki penampilan tanaman yang tetap hijau (stay green) meski telah memasuki masa panen. “Artinya bisa dimanfaatkan langsung untuk pakan ternak,” ujarnya.

 

Kelebihan jagung Nasa 29 adalah memiliki batang besar dengan perakaran kokoh sehingga tahan rebah, tahan penyakit bulai, karat, hawar dan tahan kekeringan. Ukuran biji Jagung Nasa 29 pun lebih besar dengan daya tancap yang dalam dan jenggel yang kecil dan keras, sehingga rendemennya tinggi dan mudah dipipil. 

 

“Potensi hasil optimal mencapai 13,5 ton jika ditanam pada kondisi tanah yang mendukung,” kata Azrai. Menariknya, benih jagung ini bisa ditanam di lahan sawah saat musim kemarau (MK) maupun di lahan kering pada musim hujan (MH), sehingga tanaman jagung ini bisa ditanam di lahan sawah dan tegalan sekaligus. 

 

Meski belum dirilis secara resmi, beragam uji multilokasi sudah dilakukan Balitsereal dihampir seluruh wilayah sentra jagung. Mulai dari Jawa Timur, NTB, Jawa Barat, Jawa Tengah, Medan dan Aceh. Salah satu yang telah sukses adalah di Boyolali dan Lamongan yang produktivitasnya mencapai 11,2 ton/ha.

 

Spesifik jagung Nasa 29 Tongkol Dua ini, umurnya 105 hari, potensi hasil 13,5 ton/ha, tahan penyakit bulai, karat dan hawar. Keunggulan lainnya, potensi bertongkol ganda lebih dari 55%, peningkatan hasil lebih dari 35% dari jagung hibrida tongkol dua, rendemen tinggi, jenggel keras, dan sesuai untuk lahan sawah dan tegalan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162