Loading...

Pengendalian Ulat Grayak pada Tanaman Bawang

10:51 WIB | Monday, 14-March-2016 | Tips & Santai, Non Komoditi | Penulis : Kontributor

Pertanyaan  :

 

Saya petani bawang sejak tahun 2008 dengan lahan seluas 1 hektar. Pada awal musim panas tahun kemarin tanaman bawang saya mengalami serangan hama ulat grayak yang cukup parah sehingga hasil produksi turun drastis 50%, dan saya mengalami kerugian material yang cukup besar.

 

Serangan ulat ini terjadi bukan hanya pada lahan saya, namun juga menyerang  tanaman bawang petani lain. Pertanyaan saya, langkah dan strategi jitu apakah yang perlu saya lakukan untuk menghadapi dan menanggulangi hama ini di musim tanam berikutnya sehingga saya bisa terhindar dari kerugian. Terimakasih.

 

Rizki – Brebes

 

 

 

Jawaban :

 

Hama ulat grayak (Spodoptera exigua sp.) dikenal juga dengan sebutan ulat tentara, karena menyerang tanaman secara bergerombol layaknya barisan  tentara hingga menyebabkan daun tanaman bawang  habis dan meranggas.

 

Tingkat kerusakan akibat serangan ulat ini cukup tinggi, bahkan Spodoptera sp. mampu menghabisi tanaman hanya dalam waktu satu malam. Seperti halnya ulat-ulat lain, ulat grayak tergolong jenis hama malam, di mana menyerang tanaman terutama pada malam hari.

 

Organisme pengganggu tumbuhan ini terdiri dari beberapa spesies, antara lain Spodoptera litura, Spodoptera exigua, Spodoptera mauritia, dan Spodoptera exempta. Tanaman terserang ditandai dengan adanya daun yang meranggas,  tersisa tulang daunnya saja. Ulat ini menyerang dengan cara bergerombol dalam jumlah sangat banyak, sehingga potensi kerugian petani bisa sangat tinggi.

 

Hama ini tergolong polifag, hampir setiap jenis tanaman diserang habis-habisan. Serangan parah terjadi pada musim kemarau saat kelembaban udara rata-rata 70% dan suhu udara18-23%. Pada saat cuaca demikian, ngengat akan terangsang untuk berbiak serta persentase penetasan telur sangat tinggi, sehingga populasinya meningkat dengan cepat  dan tingkat serangannya jauh melampaui ambang ekonomi.

 

Serangan  hama ulat grayak pada tanaman bawang menurut petani,  bisa menurunkan hasil panen hingga 50%.

 

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan dalam mengendalikan hama ini, antara lain pengendalian secara teknis, mekanis dan secara kimiawi.  Pengendalian teknis dengan melakukan teknis budidaya yang benar. Beberapa upaya teknis untuk mengurangi serangan ulat grayak adalah menjaga sanitasi kebun, pengolahan tanah (pencangkulan dan penggaruan) serta penggiliran tanaman.

 

Pengendalian mekanis dilakukan dengan cara menggiatkan  penangkapan secara manual, terutama terhadap larva. Pengendalian ini efektif dilakukan pada malam hari. Jika ditemukan sekumpulan telur yang berada di permukaan daun dan diselimuti seperti benang kelamat, segera musnahkan.

 

Upaya pengendalian kimiawi hanya dilakukan apabila serangan tidak terkendali setelah dilakukan usaha-usaha pengendalian di atas. Ulat grayak tergolong jenis ulat yang mudah resisten atau kebal terhadap suatu jenis bahan aktif pestisida. Oleh karena itu, penggiliran bahan aktif pestisida setiap kali penyemprotan merupakan kunci keberhasilan pengendalian Spodoptera sp.

 

Penggantian bahan aktif dapat memutus resistensi ulat grayak terhadap pestisida. Pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan dan dilakukan secara berseling setiap kali penyemprotan.

 

Redaksi menerima pertanyaan seputar masalah hama dan penyakit tanaman, ternak atau ikan serta yang terkait dengan persoalan tentang teknis budidaya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan. Pertanyaan dikirimkan melalui email dengan alamat : sintani@cbn.net.id atau lewat SMS ke Nomor 0878 8160 5773 ditujukan ke Rubrik KLINIK TANI.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162