Loading...

Sajuri - Gunakan Peralatan Hasil Rekayasa Sendiri

15:13 WIB | Tuesday, 25-February-2014 | Kontak Tani Sukses, Kabar Penas KTNA XV 2017 | Penulis : Ika Rahayu

Menjadi petani, apalagi dengan kepemilikan lahan yang terbatas, amat sulit bisa berharap dapat memetik hasil pertanaman yang tinggi apabila hanya mengandalkan pada teknik budidaya yang konvensional.

 

Dengan giat menerapkan teknologi budidaya yang tepat guna, maka keterbatasan lahan tak jadi penghambat bagi petani gurem untuk bisa memperoleh hasil panen dan pendapatan yang cukup tinggi. Hal ini dirasakan oleh Sajuri, petani asal Kotawaringin Timur, Kalteng yang meraih gelar “Petani Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013” karena keberhasilannya dalam melaksanakan usaha tani hortikultura.

 

Meski hanya berlatar belakang pendidikan formal sekolah dasar (SD), Sajuri yang bertempat tinggal di Desa Kota Besi Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk sosok yang gemar berkreasi dan berinovasi sehingga mampu memproduksi mesin dan peralatan sendiri untuk memperingankan beban tugasnya sebagai petani sayur dan buah.

 

Pria 47 tahun ini antara lain telah lama menerapkan teknologi untuk mempermudah kegiatan penyiraman lahan pertanaman sayurnya dengan memanfaatkan alat slang drift. Dengan menerapkan teknologi rekayasa sendiri ini selain efisiensi waktu, pihaknya dapat menghemat tenaga kerja sekaligus penghematan penggunaan air.

 

Penggunaan mesin hasil rakitan sendiri juga dilakukan untuk kegiatan penyemprotan obat pembasmi hama serta aplikasi pemupukan pada tanaman sayuran. Penyemprotan tanaman dan pemupukan merupakan dua kegiatan pokok yang rutin dilakukan, sehingga sangat meringankan beban jika didukung dengan penerapan teknologi yang tepat dan mudah dalam pengaplikasiannya.

 

 

 

Produsen Jeruk

 

Ketekunannya dalam menjalankan usaha tani aneka jenis tanaman hortikultura seperti jeruk, semangka, pepaya, tomat dan kacang tanah serta kepiawaiannya dalam menghasilkan peralatan dan mesin pertanian pendukung membuat Sajuri mampu meraih hasil panen yang memuaskan. Areal pertanamannya pun dari waktu ke waktu terus meluas.

 

Lahan pertanaman jeruk Sajuri saat ini sudah mencapai 2 hektar. Dari usaha tani jeruknya ini setiap tahun ia bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 48 juta. Sementara dari lahan pertanaman tomatnya di lahan seluas 0,5 hektar ia mendapat keuntungan sampai Rp 32 juta per tahun.

 

Meski sudah bisa memperoleh penghasilan cukup besar dari berbagai kegiatan budidaya tanaman hortinya namun pria yang kini aktif menjadi pengurus Gapoktan itu tak pernah puas dengan ilmu yang dimilikinya. Sajuri selalu mencari informasi tentang teknik-teknik peningkatan produksi baik melalui media cetak maupun media elektronik.

 

Ia juga tak pernah melewatkan jika mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan pelatihan budidaya tanaman sayuran serta pelatihan teknologi perbenihan tanaman. Dalam rangka turut menjaga lingkungan serta kesuburan tanah sejauh ini ia juga giat menerapkan teknik-teknik budidaya yang ramah lingkungan seperti aplikasi pupuk organik dan pestisida nabati. ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162