Loading...

Tak Perlu Benih Cabai Impor

08:56 WIB | Monday, 09-January-2017 | Komoditi, Hortikultura | Penulis : Kontributor

Cabai menjadi salah satu komoditi yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pasalnya, salah satu bumbu dapur ini kerap membuat ‘pedas’ perekonomian karena harganya mudah bergejolak.

 

Karena itu sejak dua tahun lalu, cabai masuk dalam program upaya khusus (Upsus) peningkatan produksi. Kebutuhan cabai segar yang tinggi di tingkat konsumen menjadi alasan utama perlunya peningkatan produksi.

 

Bagaimana dengan tahun ini? Pemerintah tetap mencantumkan cabai sebagai salah satu prioritas. Bahkan beberapa waktu lalu, dicanangkan gerakan tanam 50 juta pohon cabai di pekarangan. Langkah ini tak lain, agar setiap rumah tangga bisa memproduksi sendiri cabai, sehingga tak lagi tergantung dengan pasokan dari pasar.

 

Untuk mendukung peningkatan pertanaman cabai, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menegaskan bahwa pasokan benih cabai di dalam negeri sangat besar. Bukan hanya itu, Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Spudnik Sudjono menegaskan, Indonesia sudah mandiri benih cabai sejak lama.

 

Berbeda dengan bawang merah yang harus membina penangkar benih, komoditi cabai beruntung karena Indonesia sudah mandiri benih sejak lama. Seluruh jenis cabai mulai cabai keriting, cabai rawit maupun cabai besar sudah bisa diproduksi dalam negeri.

 

Spudnik menuturkan, Indonesia kini memiliki 40 produsen benih cabai di dalam negeri. Untuk jenis unggulnya sudah didaftar dan dilepaskan sebanyak 293 varietas yang terdiri dari cabai rawit, cabai keriting dan cabai besar.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162