Loading...

Tomat, Sayuran Kaya Manfaat

15:10 WIB | Tuesday, 25-February-2014 | Hortikultura, Komoditi | Penulis : Kontributor

Tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill) menjadi salah satu komoditi hortikultura yang strategis. Bahkan tergolong sayuran kedua terbesar setelah kentang. Banyak manfaat mengkonsumsi tomat.

 

Di Indonesia nama dagang tomat cukup banyak. Antara lain tomat ceri, tomat apel, tomat kentang dan tomat keriting. Beberapa dasar yang dipakai membedakan varietas tomat adalah bentuk, tandan, ketebalan daging dan kandungan airnya.

 

Berdasarkan bentuk atau penampilannya, buah tomat digolongkan menjadi empat jenis. Pertama, tomat biasa (Lycopersicum commune). Bentuk buahnya bulat pipih, lunak, tidak beraturan, sedikit beralur di dekat tangkainya. Kedua, tomat apel (Lycopersicum pyriforme). Bentuk buah bulat, kompak, sedikit keras menyerupai buah apel.

 

Ketiga, tomat kentang (Lycopersicum grandifolium).   Buah berbentuk bulat, besar, kompak, dengan ukuran lebih kecil dari tomat apel. Keempat, tomat keriting (Lycopersicum validum). Buah berbentuk agak lonjong, keras. Daunnya rimbun keriting dan berwarna hijau kelam.

 

Tomat, termasuk jenis sayuran buah yang tak asing lagi di masyarakat dan mempunyai peran penting dalam pemenuhan gizi. Komposisi zat gizi cukup lengkap. Vitamin A dan C merupakan zat gizi yang jumlahnya cukup menonjol.

 

Vitamin A yang ditemukan dalam jumlah banyak adalah likopen. Pada tomat yang masih segar jumlah likopen mencapai 3,1-7,7 mg/100 g. Vitamin C dapat berbentuk sebagai asam L-askorbat dan asam L-dehidroaskorbat. Keduanya mempunyai keaktifan sebagai vitamin C.

 

Sayangnya jika saat penyimpanan tanpa perlakuan, buah tomat cepat mengalami kerusakan. Besarnya kerusakan buah tomat setelah panen berkisar antara 20-50%. Buah tomat yang dipanen setelah timbul warna 10-20% hanya bertahan maksimal tujuh hari pada suhu kamar.

 

Dengan kemajuan teknologi pengolahan pangan dan berkembangnya industri pengolahan tomat seperti saus, pasta, sari buah dan manisan kering maupun bentuk bubuk, buah tomat yang sudah mulai rusak bisa dimanfaatkan. Seperti diketahui, industri pasta tomat adalah salah satu pengolahan tomat yang paling berkembang.

 

Pasta tomat diperlukan industri saus atau bumbu masak lainnya sebagai bahan baku. Keuntungan bentuk bubuk adalah lebih awet, ringan, volumenya lebih kecil sehingga dapat mempermudah dalam pengemasan dan pengangkutan.

 

Mengkonsumsi buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Dari penelitian Badan Pangan Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan jika kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan, maka kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162