Loading...

UPJA Tunas Perkasa Mandiri Kebanjiran Pesanan Bibit Padi

13:59 WIB | Monday, 19-June-2017 | Komoditi, Pangan | Penulis : Indarto

Unit-unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA) di tanah air kini tak hanya fokus melaksanakan usaha jasa penyewaan alat dan mesin pertanian, tetapi juga sibuk mengurusi bisnis pengadaan bibit tanaman padi untuk memenuhi permintaan petani. UPJA Tunas Perkasa Mandiri yang berlokasi di Jawa Timur bahkan kebanjiran permintaan bibit padi di musim kemarau tahun ini.

 

Dibentuk pada akhir tahun 2015 UPJA Tunas Perkasa Mandiri yang beroperasi di Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi itu masih terus aktif berkiprah memberi layanan jasa alsintan serta pembibitan kepada petani dan kelompok tani.

 

Berbekal bantuan dua rice transplanter dari Kementerian Pertanian, omzet jasa layanan alsinta UPJA yang pengelolanya anak-anak muda ini mencapai nilai Rp 50 juta per musim tanam.

 

Memasuki musim kemarau (MK) tahun ini UPJA Tunas Perkasa Mandiri yang dikelola anak-anak muda Kab. Ngawi mulai kebanjiran pesanan. Bahkan, menjelang Lebaran tahun ini sudah sebanyak 10 hektar bibit padi yang dipesan petani sekitar Kab. Ngawi.

 

“Bibit padi tersebut akan ditanam petani di Ngawi pada awal musim kemarau (MK) tahun ini. Biasanya habis panen, para petani langsung mengolah tanah dengan traktor, terus mulai tanam padi,” kata Manager UPJA Tunas Perkasa Mandiri, Firdyan Dwi Sasmita, di Jakarta, belum lama ini.

 

Menurut Firdyan, yang memesan bibit padi tersebut petani dan kelompok tani dari Kecamatan Kedunggalar, dan Paron. Petani atau kelompok tani memesan bibit padi umumnya sekaligus dengan sewa mesin rice transplanter.

 

“Harga sewa mesin rice transplanter dan penyediaan bibit sebesar Rp 2,6 juta per hektar. Sampai saat ini sudah 10 hektar bibit padi yang dipesan petani, sehingga total harga sewa mesin alsintan dan pembelian bibit padi yang kami terima sebesar Rp 26 juta,” kata Firdyan Dwi Sasmita.

 

Firdya juga mengatakan, permintaan bibit padi dari petani memasuki musim tanam pada MK tahun ini belum ada lonjakan. Hal itu dikarenakan, sebagian petani di Kab. Ngawi yang sawahnya tak terjangkau sarana dan prasarana irigasi lebih memilih untuk menanam kedelai dan tembakau.

 

Layanan Satu Paket

 

Lonjakan permintaan bibit padi biasanya terjadi pada musim tanam I (MT I). Seperti yang terjadi pada awal tahun 2017, UPJA Tunas Perkasa Mandiri menerima pesanan bibit padi untuk seluas 24 hektar. Bahkan, hingga Februari lalu, permintaan bibit padi dari petani atau kelompok tani meningkat menjadi untuk areal 30 hektar.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162