Loading...

Asbenindo Dipercaya Filter Benih Impor

11:14 WIB | Thursday, 14-December-2017 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Gesha

Sebagai organisasi yang menjadi wadah produsen benih di dalam negeri, kontribusi Asbenindo (Asosiasi Perbenihan Nasional Indonesia) sudah terukir dalam sejarah, khususnya bidang regulasi seperti UU Budidaya Tanaman dan UU Perkebunan.

 

Bahkan yang terbaru, Asbenindo dipercaya Kementerian Pertanian melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 tahun 2017 untuk terlibat aktif memfilter pemasukan benih tanaman dari luar negeri ke Indonesia melalui rekomendasi izin pemasukan benih hortikultura. “Ini kepercayaan besar yang pemerintah berikan kepada kami (Asbenindo),” kata Ketua Umum Asbenindo, Ricky Gunawan saat Syukuran 26 Tahun Asbenindo dan Peresmian Kantor Baru Asbenindo di Sunter, Jakarta Utara, Selasa (12/12). 

 

Selain kerjasama strategis denganKementerian Pertanian, Asbenindo juga menjalin mitra dengan institusi perbenihan dalam dan luar negeri. Misalnya, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), hingga pihak perguruan tinggi seperti Institut Pertanian Bogor. 

 

Meski sudah solid dan teruji, tantangan perbenihan di masa depan sudah seharusnya bisa ditanggulangi Asbenindo. Mulai dari kebijakan pengadaan benih (baik bantuan benih langsung maupun benih bersubsidi) hingga tantangan perubahan iklim global.  “Tantangan nyata sekarang adalah perubahan iklim, sehingga teknologi perbenihan harus mampu beradaptasi,” kata Ricky.

 

Ricky menambahkan, posisi Asbenindo senantiasa mengikuti perkembangan ilmu teknologi perbenihan yang mutakhir dan sudah mendapatkan persetujuan regulasi dari pemerintah.

 

Ketua Masyarakat Pembenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), Herman Khaeron yang juga hadir dalam syukuran Asbenindo tersebut memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, Asbenindo selalu berusaha kontributif mulai dari sisi regulasi hingga implementasi di lapangan.

 

Herman bahkan menyebut anggota Asbenindo sebagai aktivis benih. “Tanpa benih yang baik, tanpa benih yang bersertifikat sekaligus melalui dinamika riset di masing-masing aktivis benih ini, tidak akan lahir swasembada,” tegasnya.

 

Herman mengakui, perubahan iklim yang berdampak pada hasil produksi pertanian memberikan konsekuensi logis dalam penyediaan benih unggul adaptif.  Untuk itu, anggota Komisi VII DPR RI ini meminta peran Asbenindo sebagai mitra yang sejajar dengan pemerinrah terus dioptimalkan.

 

Herman sendiri mengungkapkan dua solusi tantangan perbenihan masa depan yang bisa diambil Asbenindo maupun stakeholder perbenihan nasional lainnya yaitu introduksi varietas unggul baru dan mengembangkan penangkaran benih.  "Saya berharap jika Asbenindo bisa memperoleh akses dari pemerintah untuk bisa mengemas VUB dengan memberdayakan kearifan lokal serta mampu berdayakan penangkar benih agar mandiri dan berdaya saing,” tutur Herman. Gsh

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162