Loading...

Asuransi Sapi untuk Swasembada Daging

09:04 WIB | Monday, 19-June-2017 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Kementerian Pertanian sudah membuat roadmap jangka panjang dengan target swasembada daging sapi pada tahun 2026. Produksi daging sapi lokal saat tahun 2016 lalu sebesar 560.000 ton karkas, naik 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 540.000 ton.

 

Target tahun 2026 ini sesuai arahan Presiden 10 tahun swasembada daging, meski menurut perhitungan kami, bisa lebih cepat dari itu. Untuk mengakselerasi target swasembada, Kementerian Pertanian menjalankan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Buntig (Upsus Siwab). Populasi sapi lokal dilipatgandakan dengan Inseminasi Buatan (IB) pada 4 juta ekor sapi akseptor, dengan jumlah sapi jumlah sapi yang bunting sebanyak 3 juta ekor. Angka ini sudah menghitung errornya seperti tingkat kegagalan sapi indukan hamil serta kematian anakan sapi.

 

Kementerian Pertanian menargetkan 2017 sekitar 3 juta ekor kebuntingan. Berdasarkan data realisasi IB dari bulan Januari - April 2017 secara nasional mencapai 1,040,977 ekor akseptor (25,85%) dan realisasi kebuntingan mencapai 386,751 ekor (12,82%), serta kelahiran anak sapi (pedet) sebanyak 280.629 ekor. Sedangkan data Kumulatif dari bulan Januari - 2 Mei 2017, terdapat sapi yang di IB sebanyak 1.060.132 (26,33%), sapi bunting sebanyak 392.885 ekor (13,03 %) dan lahir anak sapi sebanyak 284.392 ekor.

 

Selain itu, di Kementerian Pertanian ada program asuransi sapi menyongsong swasembada daging sapi. Asuransi ini untuk memberikan perlindungan sapi, khususnya sapi betina dari risiko kematian dan kehilangan sapi atas usaha ternak sapi.

 

Dalam asuransi sapi ini, memiliki nilai pertanggungan Rp10 juta hingga Rp15 juta dengan premi 2%-2,5% per tahun untuk satu ekor sapi. Dari nilai premi yang mencapai Rp200.000 per tahun tersebut, pemerintah memberikan subsidi sebesar 80%.

 

Program ini untuk memberikan perlindungan kepada usaha-usaha ternak sapi. Teknisnya nilai tanggungan tergantung harga dan jenis sapi. Preminya sebesar Rp 200.000 per ekor per tahun, subsidi yang dibayar pemerintah Rp160.000 dan yang dibayar peternak Rp 40.000 per ekor. Untuk jenis sapi bibit, besarnya premi yang dibayar Sebesar Rp 300.000 dimana nilai pertanggungan Rp15 juta.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162