Loading...

Dana Desa bisa untuk Rehabilitasi Irigasi

15:36 WIB | Wednesday, 24-January-2018 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Kontributor

 

 

Presiden RI, Joko Widodo mulai Januari 2018 menetapkan sekitar 20% alokasi dana desa untuk kegiatan padat karya. Dengan adanya Inpres Alokasi Dana Desa (ADD) yang terbit 11 Januari 2018, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Pembangunan Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani, berharap dana desa tersebut busa untuk membangun embung kecil dan bangunan tata air irigasi lainnya.

 

Menurutnya, dari capaian serapan ADD selama ini, memungkinkan untuk bisa dinaikkan sebagai belanja komponen irigasi. Karena itu, jika belanja pembangunan irigasi merupakan suatu keputusan dari musyawarah desa, maka bisa diangkat untuk mengakses dari dana desa.

 

“Jadi dana desa itu tidak hanya untuk infrastruktur di pedesaan seperti jalan, bangunan, ataupun alat-alat yang lain. Tetapi bisa untuk irigasi, sehingga ketahanan pangan bisa lancar,” katanya saat memberikan sambutan pada Panen Simbolis Padi Organik, di Desa Malaipea, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/1).

 

Perlu diketahui, di Desa Malaipea, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, memiliki luas areal kurang lebih 40 ha dengan jumlah 208 kepala keluarga tani. Panen kali ini,  produktivitas padi organik dari Desa Malaipea hampir 5 ton/ha. Bahkan desa tersebut sudah bisa panen 3 kali dalam setahun.

 

Karena itu Ani Andayani mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Alor dalam upaya membangun ketahanan pangan di wilayah tersebut. Hal itu menurutnya, tak lepas peran Pemda Kabupaten Alor, Camat, Dandim, Penanggung Jawab Upsus wilayah Kabupateh Alor dan seluruh masyarakat.

 

“Saya ingat betul waktu pertama kali datang. Bupati ada program khusus untuk model di kelompok tani. Satu hektar diberi Rp 4 juta, dari jumlah itu Rp 1 juta untuk pembebasan lahan dan land clearing dan Rp 3 jutanya untuk operasional. Karena itu saya berterima kasih dukungannya, Pak Bupati,” tuturnya.

 

Sementara itu Bupati Alor, Amon Djobo juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Malaipea. Meski jauh dari kabupaten, transportasi dan komunikasi sedikit ada hambatan, tapi masyarakat sudah bisa tiga kali panen. “Di kecamatan lain di Alor ini, lahan cukup, air cukup, manusianya ada, tapi tidak sampai tiga kali panen seperti di Malaipea ini,” kata Amon.

 

“Kita berharap, berkat kerja sama semua pihak tersebut, masyarakat Alor bisa tumbuh menjadi masyarakat yang kenyang, sehat, dan pintar,” tambahnya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162