Loading...

Gratis, Benih Padi GSR untuk Petani Pemalang

08:02 WIB | Sunday, 07-January-2018 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Gesha

kepala balitbangtan, m. syakir panen di pemalang

 

 

Berbagai varietas unggul padi telah dilepas Badan Litbang Pertanian. Untuk desiminasi varietas unggul tersebut kepada petani, pemerintah kerap memberikan bantuan benih. Contohnya ketika Kepala Badan Litbang Pertanian, M. Syakir membagi secara gratis benih unggul Inpari 43 kepada petani di Pemalang, Jawa Tengah.

 

Pemberian benih varietas yang dikenal juga dengan sebutan Green Super Rice (GSR) dilakukan M. Syakir saat panen padi Mekongga bersama petani Desa Kalimas, Kabupaten Pemalang. Dengan bantuan benih unggul tersebut diharapkan petani memiliki preferensi benih unggul baru, selain Mekongga.

 

Dibandingkan varietas unggul lain, Inpari 43 memiliki keunggulan produktivitas mencapai 10 ton/ha, tahan hama penyakit tanaman dan bersifat amphibi yaitu tahan kekeringan dan rendaman. Rendemen beras yang tinggi lebih dari 65%, penampilan beras bening seperti kristal dan rasa nasi pulen seperti yang disukai masyarakat.

 

Umur kedua varietas lebih genjah daripada leluhurnya, jenis Ciherang. Tak hanya itu, padi jenis ini juga memiliki sifat stay green pada daun meskipun telah memasuki masa panen, sehingga bisa diolah untuk menjadi pakan ternak.

 

Stok Cukup, Tak Perlu Impor

 

Usai panen, Syakir optimistis melihat semangat kerja dari petani, khususnya di Pemalang, produksi beras akan bisa mencukupi kebutuhan nasional, sehingga bangsa Indonesia tak perlu impor. "Jika impor, harga menjadi jatuh dan itu menjatuhkan semangat petani juga," tegasnya. 

 

Karena itu, bekerja bersama antara petani, penyuluh, peneliti hingga Bulog sebagai stabilitator pangan harus semakin diperketat. "Bulog diperlukan untuk cadangan pangan terutama saat harga tinggi di tingkar konsumen sekaligus wajib menyerap dari petani saat harga rendah," tuturnya. 

 

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan, Kabupaten Pemalang memiliki baku sawah seluas 32.215 ha. Masyarakat Pemalang menyandarkan hidupnya pada pertanian. Dengan dukungan 14 kecamatan, Kabupaten Pemalang menjadi penyedia lahan pangan nomor dua di Jawa Tengah.

 

Catatan menyebtukan hingga Desember 2017 Pemalang mengalami surplus beras hingga 65 ribu ton. Khusus untuk Januari, diperkirakan luasan panen mencapai 3.800 ha. Dengan rata-rata produktivitas 5.8 ton/ha Gabah Kering Giling (GKG), sehingga akan ada  produksi 22.040 ton GKG. 

 

"Sampai minggu pertama Januari ini baru ada 800 ha yang sudah panen. Tinggal beberapa ribu ha lagi untuk mencapai target," ungkap Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pemalang, Suharto. 

 

Salah satunya adalah Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal Kab. Pemalang yang panen seluas 80 ha secara bertahap. Dengan varietas padi Mekongga, petani mampu menghasilkan sebanyak 5.8 ton/ha GKG. "Pola tanam disini sudah padi-padi-pantun atau pantun-pantun-padi. Dengan kata lainnya sudah ada yang IP 200 maupun IP 300 di Pemalang," ungkapnya. 

 

Dihubungi terpisah, Kepala Subdivre Pekalongan, Muhson mengatakan Kabupaten Pemalang termasuk kabupaten paling besar yang memasok beras ke Bulog. Beberapa wilayah yang menjadi andalan pasokan beras Bulog antara lain Brebes, Kabupaten Pemalang, Batang, dan Kabupaten Pekalongan.

 

Meski tidak merinci pasti jumlah serapan maupun pasokan dari Pemalang, Muhson menjamin jika pasokan beras ke Bulog selalu ada setiap bulannya, sehingga memberikan tambaham stok beras yang ada di gudang Bulog. Gsh

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162