Loading...

Harga Telur Minggu Ini Akan Kembali Stabil

11:00 WIB | Tuesday, 17-July-2018 | Olahan Pasar | Penulis : Kontributor

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi menyatakan, kenaikan harga daging dan telur ayam hanya sementara. Panen yang dilakukan pada saat ini merupakan hasil dari budidaya saat Lebaran Idul Fitri. Animo peternak agak berkurang karena panjangnya masa libur. Hal ini menyebabkan stok di pasaran sekarang agak berkurang.

 

 

 

“Situasi ini merupakan siklus yang wajar, setiap tahun begini terjadi,” ujar Sugeng.

 

 

 

 Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menambahkan  terjadi lonjakan kebutuhan telur nasional pasca lebaran tahun ini. Beberapa faktor penyebabnya antara lain adanya program Kementerian Sosial berupa Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) dalam bentuk 1 kg telur per keluarga miskin. Selain itu, dalam waktu bersamaan Pemerintah DKI Jakarta juga memberikan bantuan berupa telur bagi warga DKI dengan menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Akibat kedua program tersebut, salah satu peternak menyebutkan bahwa pasokan telur dari sentra produksi yang semula 1 rit, saat ini bisa 3 – 4 rit.

 

 

 

Diarmita  mengatakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan terus berkoordinasi dengan Pinsar untuk mendorong harga telur ayam agar secepatnya stabil. “Sesuai dengan kesepakatan rapat hari ini, Pak Singgih (Ketua Pinsar Indonesia .red) akan mengupayakan harga segera stabil. Kita harapkan minggu ini sudah ada perubahan,” ujarnya.

 

 

 

Namun Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian memiliki data bahwa secara keseluruhan produksi telur Ayam surplus dibanding konsumsinya.  Produksi telur bulan Januari – Mei 2018 sebanyak 733.421 ton,  kebutuhan telurnya sebanyak 722.508 ton. “Melihat data produksi dan kebutuhan nasional, maka ini artinya ada surplus produksi telur dari Januari hingga Mei 2018 sebanyak 10.913 ton,” sebut Diarmita.

 

Pada bulan Juni, produksi telur juga surplus. Produksi telur ayam pada bulan tersebut mencapai 153.450 ton, masih melebihi kebutuhan yang berada pada kisaran 151 ribu ton. Sehingga berdasarkan kondisi pada bulan Januari hingga Juni tahun ini, total terhadap surplus telur sebanyak 13.197 ton di akhir bulan lalu. 

 

"Sehingga Kementan memastikan tidak ada kekurangan produksi telur sampai bulan Juni 2018," tambahnya. PR/Som

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162