Loading...

Koperasi Sebagai Wadah Mengembangkan Usaha Petani Tebu

08:49 WIB | Wednesday, 07-June-2017 | Mimbar Penyuluhan | Penulis : Kontributor

Koperasi sangat bermanfaat bagi para anggota terutama dalam meningkatkan produksi dan produktivitas dan kesejahteraan petani tebu.

 

Petani tebu masih mengalami ketergantungan dengan pihak luar dalam pemenuhan kebutuhan biaya produksi usaha tani tebu yang sangat tinggi.

 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut serta guna menjamin ketersediaan gula secara kontinyu dan tercapainya target gula sebanyak 2,95 juta ton pada tahun 2017 serta terwujudnya swasembada gula, pemerintah melakukan berbagai upaya dengan melibatkan berbagai pihak di antaranya para pemangku kepentingan, pelaku utama dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif sesuai dengan peran masing-masing.

 

Salah satu upaya yang telah dilakukan Kementerian Pertanian adalah pemberdayaan petani melalui peningkatan kapasitas kelembagaan petani (kelompok tani/gabungan kelompok tani) menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP)

 

Pemberdayaan petani tebu

 

Secara umum, yang dimaksud dengan pemberdayaan petani adalah proses perubahan pola pikir dari petani tradisional menjadi petani modern berwawasan agribisnis melalui proses pembelajaran berkelanjutan. Sedang yang dimaksud dengan pemberdayaan petani tebu adalah upaya fasilitasi bagi petani maupun keluarganya agar mampu menggunakan potensi yang yang dimiliki untuk melakukan upaya perbaikan ekonomi keluarga menuju kemandirian.

 

Pemberdayaan petani tebu dilakukan melalui pendekatan kelompok tani yang dapat berfungsi sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Pemberdayaan dilakukan agar petani yang umumnya memiliki skala usaha kecil dapat berkembang dan meningkat usahanya sehingga menjadi lebih besar dan menjadi efisien. Sesuai Permentan No. 67 tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani, di mana arah pengembangan kelembagaan petani diarahkan dalam bentuk korporasi antara lain berupa koperasi, Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau perseroan terbatas (PT).

 

Dipilihnya lembaga koperasi sebagai alat untuk pemberdayaan, karena kelembagaan tersebut merupakan lembaga yang tumbuh dari, oleh dan untuk petani tebu sendiri. Melalui kelembagaan koperasi dipandang lebih efektif dan efisien daripada pemberdayaan yang bersifat individu atau perorangan. Dengan terbentuknya Koperasi Petani Tebu yang berbadan hukum tentunya akan meningkatkan kepercayaan pihak lain/mitra usaha serta meningkatkan akses terhadap lembaga keuangan/perbankan dan lembaga penyedia layanan agribisnis lainnya.

 

Prinsip dan manfaat Koperasi

 

Lima prinsip yang harus diingat dalam mendirikan koperasi yaitu: 1) Keanggotaannya bersifat sukarela dan terbuka; 2) Pengelolaan Koperasi dilakukan secara demokratis; 3) Sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh koperasi dibagi berdasarkan besarnya jasa masing-masing anggota; 4) Modal yang berasal dari simpanan anggota diberi jasa secara terbatas; dan 5) Koperasi bersifat mandiri.

 

Secara umum, koperasi sangat bermanfaat bagi para anggota terutama dalam meningkatkan produksi dan produktivitas dan kesejahteraan petani antara lain dapat memperbaiki posisi tawar petani baik dalam memasarkan hasil maupun dalam penyediaan sarana produksi yang diperlukan, menjamin hasil produksi anggota bahkan koperasi dapat mengupayakan pembukaan pasar baru bagi produk yang dihasilkan para anggota.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162