Loading...

Mengelola Lahan Hortikultura yang Memiliki Keunggulan Kompetitif

10:31 WIB | Monday, 19-June-2017 | Mimbar Penyuluhan | Penulis : Kontributor

Keunggulan kompetitif suatu wilayah dalam pengelolaan lahan hortikultura sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling mendukung

 

Pengembangan agribisnis hortikultura yang menghasilkan produk berdaya saing tinggi membutuhkan dukungan yang kuat dari industri hulu pada kegiatan off-farm dan industri hilir pada kegiatan on–farm. Berkembangnya industri hulu seperti usaha pembibitan dan usaha perdagangan pupuk dan pestisida sangat mempengaruhi kemampuan produsen hortikultura untuk mendapatkan sarana produksi hortikultura secara mudah dan murah serta meningkatkan efisiensi produksi secara teknis dan ekonomis.

 

Pada usaha hortikultura dukungan industri hulu dinilai penting mengingat usaha produksi hortikultura relatif tinggi dalam penggunaan masukan sehingga berkembangnya industri hulu sangat berpengaruh terhadap keuntungan petani.

 

Komoditas hortikultura secara umum relatif cepat mengalami kerusakan dibandingkan komoditas lainnya. Karakteristik demikian sering merugikan petani akibat penurunan kualitas produk yang biasanya diikuti dengan penurunan harga jual yang diterima petani. Untuk membantu petani dalam memasarkan produknya secara luas maka dibutuhkan dukungan industri pengolahan dan peralatan pasca panen yang memadai. Berkembangnya kedua industri tersebut dapat memperluas jangkauan pasar hortikultura menurut tempat, waktu dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen karena proses penurunan kualitas dapat diperlambat.

 

Persaingan usaha. Dalam pengembangan sentra usaha agribisnis hortikulura, persaingan tidak sehat antar pelaku agribisnis harus dihindari. Bahkan diantara pelaku agribisnis tersebut perlu dilakukan koordinasi, kerjasama dan sinkronisasi kegiatan dan usaha, sehingga muncul efek – efek sinergis yang saling menguntungkan. Untuk menciptakan hal tersebut, maka perlu dilakukan pengaturan persaingan di antara pelaku agribisnis , antara lain :mengatur alokasi ruang (tataguna lahan) sehingga pemanfaatan lahan dan sumberdaya alam lainnya sesuai dengan peruntukannya; mengembangkan dan memberdayakan institusi pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat sebagai pendorong dan fasilitator pengembangan usaha agribisnis, bukan sebagai pesaing usaha yang telah dikembangkan masyarakat; mendororng terbentuknya organisasi atau asosiasi usaha hortikultura yang kuat dan profesional sehingga mereka dapat bersinergi dan mampu bersaing dengan usaha lain dari luar, serta memfasilitasi pengembangan usaha ke luar daerah.

 

Negosiasi. Negosiasi termasuk kegiatan penggalian kemampuan tawar-menawar untuk menyatakan keinginan sesuai ruang lingkup persetujuan. Negosiasi merupakan proses kegiatan yang saling memberi dan menerima. Masing-masing pihak berusaha untuk saling mengamati dan mempelajari agar dapat membaca jalan pikiran pihak lain sehingga proses negosiasi dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi dirinya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162