Loading...

Dam Parit Sungai Kombo Ubah Pola Tanam Padi Petani

14:00 WIB | Tuesday, 19-December-2017 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Pemanfaatan air sungai sebagai sarana irigasi tentunya menjadi hal yang lumrah. Namun di Kabupaten Toli Toli peran sungai tidak sesederhana itu. Sungai di Kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah ini mampu mengubah budaya petani dalam bertanam padi dari satu kali tanam menjadi tiga kali tanam.

 

Seperti di Kecamatan Dampal Selatan. Wilayah tersebut  sebagian besar lahannya berupa sawah tadah hujan dan sawah irigasi sederhana. Namun, tim peneliti Badan Litbang Pertanian menemukan adanya potensi sumberdaya air yang bisa dimanfaatkan untuk irigasi.

 

Salah satunya adalah Sungai Kombo yang melewati Desa Kombo mempunyai potensi sumberdaya air dengan debit lebih dari 3000 liter/detik yang mengairi lahan seluas 454 ha. Selama ini petani bergotong royong membuat bendung sederhana dari tumpukan batu kali untuk menampung air sungai agar dapat dimanfaatkan untuk irigasi lahan sawah tadah hujan di sekitar sungai.

 

Namun upaya tersebut tidak optimal. Sebab, bendung sederhana tersebut kerap rusak saat terjadi hujan di daerah hulu. Hal ini mengakibatkan lahan tersebut hanya bisa ditanami padi satu kali dalam setahun atau yang biasa disebut dengan IP 100.

 

Dengan teknologi dam parit serta dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian, telah dibangun bendungan di Sungai Kombo sejak Oktober 2017. Pada Desember ini telah berhasil meningkatkan indeks pertanaman menjadi tiga kali dalam setahun yang menggunakan pola tanam padi-padi-jagung.

 

“Secara ekonomi, pembangunan dam parit atau bendungan ini tambahan produksi yang diperoleh dalam satu tahun menjadi sebesar 7.380 ton gabah kering panen yang setara dengan Rp. 2,7 triliun,” kata Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi Nursyamsi.

 

Secara keseluruhan, potensi sumberdaya air permukaan di Kabupaten Toli Toli yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi lahan pertanian dengan konsep dam parit/bendung tersebut mempunyai penyebaran yang cukup banyak. Jadi, jika dibangun dam parit/bendung di wilayah tersebut, maka akan mampu mengairi lahan sawah yang selama ini hanya menggantungkan sumber irigasi dari air hujan. Pada akhirnya dapat menjamin peningkatan produksi padi dan palawija, serta kesejahteraan petani.

 

Konsep dam parit/bendung ini juga dapat di replikasi untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yang mempunyai karakteristik hidrologi yang hampir  sama dengan sungai-sungai yang ada di Daerah Aliran Sungai (DAS)  wilayah Dampal Selatan. Yul

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162